Dirjen Beri Waktu Seminggu, Pasca Kecelakaan Maut di Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu

SERANG, KLIK BANTEN | Direktur Keselamatan Perkeretaapian pada Kementrian Perhubungan Republik Indonesia rencananya akan menutup 17 titik jalur perlintasan tanpa palang pintu yang dianggap sangat membahayakan.

Seluruh pemegang kebijakan yang ada di Pemkot Serang menolak terkait keputusan tersebut dengan berdalih akan sangat mengganggu aktivitas masyarakat banyak.

Namun dari hasil audiensi dengan Pemkot Serang dan Kapolres Serang Kota serta DPRD, pihak Dirjen saat ini memberi waktu dalam tempo seminggu untuk segera bisa menyelesaikan persoalan lintasan kereta api tanpa palang pintu yang berada di Wilayah Kota Serang, Banten.

Sedangkan menurut Direktur Keselamatan Perkeretaapian pada kementerian perhubungan, Edi Nur Salam mengatakan akan memberi kebijakan waktu kepada Pemkot Serang untuk segera bisa membereskan jalur tanpa palang pintu terhitung sampai tanggal 18 Juli 2017.

“Ternyata ada beberapa penolakan dari Pemkot Serang. Penutupan ini bukan yang pertama kalinya terjadi, namun sudah ketiga kalinya setelah daerah Grogol, Jakarta Barat, kalau tidak ditutup ini bisa sangat membahayakan keselamatan masyarakat,” ucapnya usai koordinasi, Selasa (11/7/2017).

Namun dengan demikian, pihaknya kini meminta kepada Pemkot Serang harus secepatnya bisa melengkapi semua tentang keamanan dan rambu yang berada di jalur tersebut.

Sementara itu, Polresta Serang Kota juga sudah menyepakati untuk bisa berkoordinasi dengan Polsek Kasemen dan Camat Kasemen guna untuk membantu pengamanan sementara dengan melibatkan warga dan aparat kepolisian yang ditugaskan berjaga di lokasi perlintasan kereta itu.

“Jika tidak segera dipenuhi kesepakatan itu, maka kami akan melakukan penutupan semua dari 17 titik tersebut. Kami juga akan kembali ke sini untuk bisa mengontrol,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Edi juga menambahkan bahwa sebelumnya pihaknya telah memberikan imbauan melalui surat edaran. Namun demikian, tidak ada tanggapan dari pihak Pemkot Serang.

Di tempat yang sama, Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin mengatakan sangat keberatan jika ditutupnya jalur KA di daerah Linkungan Suka Dana 1, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Ia berdalih karena jalur tersebut merupakan akses hidup buat masyarakat sekitar.

“Kami sudah memohon adanya kebijakan tadi agar jangan ditutup dahulu. Dan itu telah disepakati oleh Dirjen. Karena itu merupakan akses masyarakat, biarkan kami dan Pemkot Serang berusaha untuk mengatasi supaya ada win win solution, ” katanya.

Sementara itu Kadishub Kota Serang Ahamad Mujimi juga menyebutkan anggaran untuk membuat palang pintu sebesar Rp500 juta dari APBD Perubahan di 17 titik yang menjadi kewenangan Pemkot Serang. “Kami sudah merincikan anggarannya. Namun anggaran di Kota Serang belum siap untuk bisa merealisasikanya,” ujarnya. (Ayu/Dedi/Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − 7 =