Dikritik Soal Banjir Jalan Protokol, Walikota Cilegon Minta F PDIP ‘Ngomong’ ke Presiden

CILEGON, KLIK BANTEN | Saling melempar kritik antara fraksi PDI Perjuangan (F-PDIP) di DPRD dan Pemkot Cilegon terus berlangsung di sela sidang paripurna. Setelah juru bicara F PDIP Yusuf Amin menilai sangat buruknya sejumlah titik infrastruktur yang berada di jalan protokol yang diketahui kalau turun hujan mengakibatkan banjir, kini giliran Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi yang menyentil kritik tersebut.

“Semua orang juga tau kalau jalan dan drainase di jalur protokol itu adalah kewenangan dari pemerintah pusat. Oleh karena itu saya juga telah minta melalui PDI Perjuangan karena Presiden Republik Indonesia juga dari Fraksi PDI Perjuangan, jadi saya sangat berharap mudah-mudahan jalur protokol ini segera bisa dibenahi dan dilebarkan oleh pemerintah pusat, sehingga jalan itu representatif untuk menjadi jalan kota,” singgung Walikota saat menyampaikan tanggapan atas kritik F PDI Perjuangan di paripurna DPRD Cilegon, Senin (10/7/2017) kemarin.

Untuk masalah terkait pembenahan di jalur protokol itu, kata dia, diharapkan dapat meningkatkan estetika kota kedepan. Iman menambahkan, Pemkot Cilegon selama ini sudah berupaya untuk bisa menanggulangi persoalan banjir hingga ke jalan protokol.

“Tahun 2016 dan 2017, kita sudah melakukan peningkatan drainase termasuk yang berada di beberapa titik di jalan protokol dan pembangunan tandon di beberapa wilayah.

Untuk laporan dari Dinas Pekerjaan Umum tahun 2016, luasan banjir dan genangan di 24 titik banjir dinilai telah berkurang sebesar 11,9 persen dari tahun sebelumnya yang kita lakukan secara bertahap, karena masih ada keterbatasan soal anggaran,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Yusuf Amin mengatakan, genangan banjir yang kerap melanda di jalan protokol merupakan cerminan buruk atas kinerja Pemkot Cilegon selama ini.

“Contohnya untuk drainase yang ada di jalan protokol yang dinilai memang belum memadai dan kerap menimbulkan banjir ketika hujan turun, hal itu merupakan tamparan pemerintah, karena ini cerminan belum optimalnya pembangunan di Kota Cilegon,” ujarnya. (Ayu/Dedi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + 12 =