Rakor, Evaluasi Pelaksanaan Percepatan Penyaluran Subsidi Rastra dan Transformasi Rastra Menjadi BPNT Provinsi Banten 2017

KLIK BANTEN | Dinas Ketahanan Pangan selengarakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan evaluasi pelaksanaan percepatan penyaluran subsidi Rastra dan Transformasi subsidi Rastra menjadi BPNT Provinsi Banten di Serang, (21/6/2017) .

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Selaku Ketua Pelaksana Tim Koordinasi Rastra, DR. Moh. Ali Fadillah dalam sambutanya Menjelaskan kegiatan ini dalam rangka percepatan penyaluran subsidi rastra dan antisipasi transformasi subsidi rastra menjadi bpnt provinsi banten tahun 2017 di seluruh wilayah Provinsi Banten.

Ali Fadillah menjelaskan, Untuk pengelolaan program  Rastra tahun  2017  dapat disampaikan 5 poin.

“Yang pertama Menetapkan surat keputusan Gubernur Banten nomor: 511.1/kep.84-huk/2017 tentang penetapan alokasi pagu subsidi beras sejahtera  dan bantuan pangan non tunai tingkat kabupaten / kota  se-Provinsi  Banten tahun 2017. Untuk Pagu Rastra sebanyak 390.104 KPM dan Pagu BPNT sebanyak 93.915 KPM.

Poin ke dua lanjut Ali Fadillah Setiap keluarga penerima manfaat (kpm) akan menerima rastra sebanyak   15 (lima belas) kilogram per bulan, untuk alokasi 12 (dua belas) bulan, dengan harga tebus rastra (htr) sebesar rp. 1.600,- (seribu enam ratus rupiah) per kilogram di titik distribusi (td). Untuk kpm bpnt dapat memanfaatkan bantuan sosial sebesar rp. 110.00,- per bulan untuk membeli bahan pangan selama 12 (dua belas) bulan pada agen bank, pedagang dan / atau pihak lain yang telah bekerja sama dengan bank penyalur dan ditentukan tempat penarikan/pembelian bantuan sosial oleh penerima bantuan sosial bersama bank penyalur (e-warong).

“Poin Ketiga, Memperhatikan laporan pelaksanaan distribusi rastra bulan januari – juni, bahwa perkembangan realisasi distribusi rastra sampai dengan 16 juni 2017 sebanyak 18,869,685  kg atau sebesar 53.75 % dari pagu berjalan  sebanyak 35,109,360 kg atau baru hanya 26.87% .dari alokasi pagu tahun 2017.” Ucapnya.

Poin Yang keempat paparnya  belum optimalnya penyaluran Rastra di Provinsi Banten menyebabkan pengeluaran keluarga penerima manfaat (KPM) untuk memenuhi kebutuhan pangan beras meningkat seperti pada saat ramadhan dan akan menghadapi hari raya idul fitri serta menantisipasi setelah idul fitri sehingga perlu upaya-upaya untuk segera melakukan langkah-langkah percepatan penyaluran rastra sampai alokasi bulan juni.

“Dan poin yang kelima sebut Ali Fadillah, Pemerintah segera menerapkan penuh program bantuan pangan non tunai (bpnt) sebagai pengganti program beras keluarga sejahtera (rastra) pada juli 2017. Sesuai dengan rekomendasi hasil rapat koordinasi (rakor) tingkat menteri lanjutan yang menyangkut konsep distribusi rastra-bpnt di kantor kemenko pmk Jakarta, bahwa bantuan subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah akan ditransformasikan menjadi bantuan pangan yang disalurkan secara non tunai untuk meningkatkan efektifitas dan ketepatan sasaran program, serta mendorong inklusi keuangan. Penyaluran bantuan pangan secara non tunai akan memanfaatkan sistem perbankan sehingga penerima manfaat dapat membeli kebutuhan pangan dengan pilihan yang lebih beragam serta sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Penyaluran bantuan pangan secara non tunai akan dilaksanakan secara menyeluruh. .” Ucapnya.

Sementara itu dalam sambutanya Asisten Pembangunan dan Perekonomian Provinsi Banten, DR.H. Ino.S.Rawita.M.Pd, Selaku penanggungjawab program Rastra Provinsi Banten. Menyampaikan bahwa penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial menjadi prioritas utama dalam tahapan dan skala prioritas rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) Provinsi Banten Tahun 2005 – 2025.

“Peningkatan kedaulatan pangan sebagai penjabaran cita ke-7 dari nawacita dalam RPJMN 2015-2019 menekankan perlunya pemantapan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi pangan pokok, stabilitas harga bahan pangan, terjaminnya pangan yang aman dan berkualitas dengan nilai gizi yang meningkat, serta meningkatnya kesejahteraan pelaku usaha pangan. tujuan dan target subsidi pangan (Rastra) ditempatkan pemerintah dalam agenda pembangunan nasional agar dalam pelaksanaan Rastra ke  depan menjadi bantuan pangan bernutrisi.” ucapnya.

Menurut Ino.S.Rawita penyaluran beras bersubsidi bagi masyarakat berpendapatan rendah telah dilaksanakan oleh pemerintah indonesia sejak tahun 1998. program ini pada awalnya disebut dengan Operasi Pasar Khusus (OPK) yang dilaksanakan sebagai program darurat untuk merespon krisis ekonomi yang terjadi pada saat itu.

“Pada perkembangannya, program beras bersubsidi diperluas fungsinya sebagai bagian dari program perlindungan sosial yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat berpendapatan rendah dalam pemenuhan hak dasar berupa kebutuhan pangan pokok dan dikenal dengan sebutan Raskin/Rastra.” Ucapnya.

Lebih lanjut. Ino.S.Rawita memaparkan kebijakan program Rastra merupakan bagian dari sistem ketahanan pangan nasional, yang dilaksanakan dalam rangkaian upaya mencapai kemandirian dan kedaulatan pangan. karena pangan adalah salah satu dari hak asasi manusia dan sebagai komoditas strategis yang dilindungi oleh undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.

“Penyaluran beras bersubsidi bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran para Keluarga sasaran Penerima Manfaat (KPM) dalam memenuhi kebutuhan pangan. meningkatkan akses masyarakat berpendapatan rendah dalam pemenuhan kebutuhan pangan pokok sebagai salah satu hak dasarnya.

Adapun pelaksanaan program BPNT yang merupakan program bantuan pusat yang dilaksanakan atas kerjasama pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial, Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Sosial Provinsi Banten, Bank penyalur BPNT yakni BRI, BNI dan Mandiri, Perum Bulog, dan agen penyalur bahan pangan mengacu pada pedoman pelaksanaan bantuan pangan non tunai.

“Program bantuan pangan non tunai merupakan transformasi program subsidi rastra. sesuai dengan arahan Presiden RI agar dilaksanakan melalui inklusi keuangan untuk meningkatkan efektifitas dan ketepatan sasaran program. penerima program subsidi rastra yang selanjutnya disebut penerima bantuan pangan non tunai ditandai dengan kartu keluarga sejahtera.” Ucapnya.

Ino  menjelaskan, Penyaluran bantuan pangan non tunai dilaksanakan secara bertahap pada tahun 2017. di fokuskan pada 4 Kota dan 4 Kabupaten di Provinsi Banten. menyikapi hasil  Rakor tingkat Menteri menyangkut konsep distribusi RASTRA-BPNT kantor Kemenko PMK Jakarta  yang merekomendasikan kebijakan pembagian rastra berjalan seperti biasa sampai bulan juni 2017, Pagu alokasi rastra yang tidak terserap pada periode Januari-Juni dilimpahkan ke periode selanjutnya dengan pola tunai, penyaluran Rastra dengan pola baru (Rastra-Tunai) ditargetkan dilaksanakan efektif juli 2017.

“Sesuai dengan rekomendasi, Rakor bantuan subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah akan ditransformasikan menjadi bantuan pangan yang disalurkan secara non tunai untuk meningkatkan efektifitas dan ketepatan sasaran program, serta mendorong inklusi keuangan.

Penyaluran bantuan pangan secara non tunai lanjut Ino, Akan memanfaatkan sistem perbankan sehingga penerima manfaat dapat membeli kebutuhan pangan dengan pilihan yang lebih beragam serta sesuai dengan kualitas yang diinginkan. penyaluran bantuan pangan secara non tunai akan dilaksanakan secara secara menyeluruh   mulai bulan juli 2017.

“Mulai 1 Juli 2017, Perum Bulog tidak lagi menangani beras sejahtera (Rastra). sebab, sejak tanggal itu penanganannya dialihkan pemerintah ke Kemensos.Bulog hanya menangani rastra sampai juni 2017, oleh karena itu diminta  pemerintah kabupaten segera mengajukan Surat Permintaan Alokasi (SPA) ke Bulog untuk penyaluran rastra. “ Ucapnya.

Ino.S.Rawita berharap kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta berbagai institusi dan pihak terkait lainnya berkontribusi dengan peran masing-masing untuk dapat bersama-sama membantu kelancaran  pelaksanaan percepatan penyaluran subsidi rastra dan transformasi subsidi rastra menjadi BPNT Provinsi Banten Tahun 2017  (Advertorial)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − 8 =