Workshop Perencanaan Ketahanan Pangan TA 2018

KLIK BANTEN | Dinas Ketahanan Pangan menyelenggarakan Workshop Perencanaan Ketahanan Pangan Nasional PA Tahun 2018 guna meningkatkan koordinasi perencanaan, sinkronisasi pelaksanaan dan penyamaan persepsi aparat yang menangani  isu  ketahanan pangan baik lingkup Pusat maupun Daerah, Serang, (14 /6/2017).

Dalam sambutanya Kepala Dinas Ketahanan Pangan DR. Moh. Ali Fadillah mengatakan, Pertemuan ini menurut Kepala Dinas merupakan tindak lanjut dari musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional (musrenbangtannas) tahun 2017 yang telah dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2017 di auditorium kementerian pertanian yang sebelumnya diawali dengan pra musrenbangtannas pada tanggal 17 – 19 mei 2017 di bogor.

“Untuk mewujudkan kedaulatan dan Ketahanan Pangan sangat diperlukan koordinasi perencanaan, sinkronisasi pelaksanaan dan penyamaan persepsi aparat yang menangani  isu  ketahanan pangan baik lingkup pusat maupun daerah.” Ucapnya.

Lebih lanjut Ali Fadillah menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan pemahaman kegiatan dan anggaran ketahanan pangan lingkup pusat dan daerah tahun 2018 yang dituangkan dalam format  rka-k/l.

“Sebagaimana arahan sekretaris jenderal kementerian pertanian RI, Pada Musrenbangtan Nasional 2017 yang menekankan bahwa  perencanaan yang dibuat harus semakin meningkat kualitasnya dan diyakini bahwa aktivitas yang ada terjamin untuk bisa berdampak pada program prioritas nasional yang telah ditetapkan.” Ujarnya.

Hasil trilateral meeting antara Kementan, Kemenkeu dan Bappenas, disepakati bahwa program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan harus sesuai dengan target nawacita 2015-2019 (toko tani indonesia), fokus pada kegiatan Prioritas Nasional (PN) sesuai dengan target RPJMN 2015-2019 dan fokus pada kegiatan prioritas k/l sesuai dengan target renstra 2015-2019.

“Terkait dengan pengalokasian anggaran tahun 2018, Kadis menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan oleh DKP terdiri dari kegiatan yang menjadi fokus prioritasTA 2018 dan kegiatan reguler.” Ucapnya.

Lebih lanjut Kadis menjelaskan Fokus prioritas ta. 2018 adalah kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI) dan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

“Adapun kegiatan lain adalah merupakan kegiatan reguler sesuai dengan target renstra 2015-2019.” Jelasnya.

Dalam paparanya, Toko Tani Indonesia (TTI) merupakan instrumen yang digunakan oleh pemerintah dalam rangka stabilisasi harga. pengembangan TTI ditujukan untuk menyediakan pangan yang terjangkau dan menjaga kestabilan harga pangan di tingkat masyarakat.

“Merujuk pada peran strategisnya, maka TTI ke depannya juga akan dikembangkan ke Provinsi dan Kab/Kota seluruh Indonesia. Keberadaan TTI menjadi penghubung langsung antara produsen dan konsumen sehingga mengefisienkan mata rantai penjualan pangan strategis. manfaat keberadaan TTI bahwa petani memperoleh harga pangan yang sesuai dan kontinuitas permintaan terhadap produk yang dihasilkan. di sisi lain, konsumen memiliki jaminan ketersediaan pangan dengan harga yang wajar dan tidak bergejolak sepanjang waktu.” Paparnya.

Adapun kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan kegiatan yang mendukung pemenuhan gizi keluarga.

“Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dikembangkan pada tingkat rumah tangga, dengan pola operasional melalui gerakan pemberdayaan masyarakat yang diantaranya melibatkan tim penggerak PKK.” Ucapnya.

Menurut Kadis adapun sasaran kegiatan ketahanan pangan nasional tahun 2018 adalah Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) sebanyak 500 unit (baru), 406 unit (lama/lanjutan) di 16 provinsi, Toko Tani Indonesia (TTI) sebanyak 1000 unit (baru) dan pengembangan Toko Tani Indonesia Center (TTI-C) di 15 provinsi, Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sebanyak 3.000 desa (tahap penumbuhan), Model pengembangan olahan pangan lokal sebanyak 15 lokasi baru.

“Alokasi anggaran seyogyanya berkorelasi positif dengan kinerja satker ketahanan pangan daerah. untuk itu, realisasi penyerapan anggaran baik pusat dan daerah selalu menjadi pantauan utama rapat pimpinan. kami mengapresiasi bahwa secara nasional, sampai dengan tanggal 12 juni 2017, realisasi anggaran lingkup Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten tahun 2017 telah mencapai 78,82 persen terhadap total pagu  (rp  25,2 milyar).” Jelasnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, lanjutnya Kadis mengucapkan terima kasih pada pelaksana kegiatan ketahanan pangan di daerah dan berharap agar dapat memanfaatkan sisa waktu yang tersedia seoptimal mungkin untuk melakukan  penyerapan  anggaran  tahun 2017.

“Untuk bantuan pemerintah (Banper) dapat terealisasi 100 % pada bulan juni ini serta dengan tetap memperhatikan rambu-rambu sebagaimana tertuang dalam pedoman umum, pedoman pelaksanaan dan peraturan pengelolaan anggaran, sehingga pencapaian target menjadi lebih efisien dan berkualitas.” Tegasnya.

Melalui workshop perencanaan ketahanan pangan nasional pagu anggaran tahun 2018, Kadis mengharapkan agar dihasilkan suatu rancangan kegiatan dan anggaran yang dapat diterapkan di lapangan yang mendukung pencapaian indikator kinerja ketahanan pangan.

“Mengakhiri sambutan ini, marilah kita  melaksanakan dan manfaatkan kegiatan se-efektif dan se-efisien mungkin untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.” Harapnya.

Kegiatan ini diahdiri Kepala Dinas/Unit kerja Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota se Provinsi Banten, Para Pejabat Eselon III dan Eselon IV di lingkup Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten dan para undangan lainya. (Advertorial)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − seven =