Dinas Ketahanan Pangan Selenggarakan Rakor Pemberdayaan Pangan TA 2017

KLIK BANTEN | Dinas Ketahanan Pangan Menyelenggarakan Rapat Koordinasi  Pemberdayaan Pangan Tahun Angaran 2017 bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak di Hotel Sofyan Inn Altama Pandeglang (14/6/2017).

Rapat Koordinasi Pemberdayaan Pangan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk Memantapkan program peningkatan ketahanan pangan yang merupakan masalah wajib dan penting, Memperbaiki  pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta meningkatkan ketersediaan cadangan pangan masyarakat melalui berbagai program penyediaan infrastruktur Pangan dan Menunjang terwujudnya komitmen dan visi bersama terhadap upaya penanganan daerah rawan pangan lintas sektor lingkup Provinsi Banten.

Kepala Dinas Dr. Moh. Ali Fadillah dalam sambutanya mengatakan Istilah pemberdayaan Ketahanan Pangan Rakyat, kelihatannya menjadi semakin mendesak untuk ditangani secara lebih serius dan cerdas.

“Ketahanan Pangan sebagai “common goals” diharapkan mampu diwujudkan dan tidak hanya menjadi sebuah wacana.” Ucapnya.

Lebih lanjut Dr. Moh. Ali Fadillah menjelaskan bahwa ketahanan pangan benar-benar merupakan “kebutuhan” yang melibatkan banyak pihak dan partisipasi aktif dari instansi terkait Lembaga masyarakat tani dan seluruh warga masyarakat Banten.

“Hal yang demikian, sebenar nya sudah sering dikemukakan Pemerintah bahwa hanya bangsa yang tahan pangan dan tahan gizi lah, yang akan mampu mengisi masa depan sesuai dengan yang diidam-idamkan. Akibat nya wajar jika dalam kebijakan, strategi dan program yang terkait dengan masalah ketahanan pangan ini harus ditangani secara serius oleh banyak pihak, sehingga tujuan pembangunan ketahanan pangan di Provinsi Banten dapat terwujud.” Ujarnya.

Dan lebih dari itu lanjut Dr. Moh. Ali Fadillah, Ketahanan Pangan di Provinsi Banten dapat tumbuh dan berkembang secara dinamis serta mampu mengatasi kesenjangan antara ketersediaan pangan terhadap rasio normatif kebutuhan pangan.

“Yang tak kalah menariknya untuk diselami, ternyata salah satu indikator keberhasilan ketahanan pangan adalah sekira nya kita mampu menekan laju konsumsi masyarakat terhadap beras dan seiring dengan itu, kita pun mampu mewujudkan pola penganeka-ragaman menu makanan rakyat berbasis sumberdaya Pangan lokal.” Ungkapnya.

Aba-aba ini sebenar nya sudah digaungkan sejak berapa tahun yang lalu, Ujar Kepala Dinas, ”yaitu ketika Perpres 22/2009 diluncurkan oleh Pemerintah. Ketahanan pangan sendiri harus diawali dari tingkat rumah tangga.

“Ini penting dicatat, karena jika rumah tangga itu kuat atas pangan, maka secara tidak langsung ketahanan pangan di tingkat regional dan nasional dengan sendirinya akan tahan pangan.” Tegasnya.

Dalam pidatonya Kepala Dinas Dr. Moh. Ali Fadillah menjelaskan bahwa Pemerintahan dihadapkan pada tantangan kebutuhan pangan nasional dan permintaan internasional khususnya pangan pokok yaitu padi, jagung dan kedelai.

“Upaya swasembada pangan merupakan tahapan untuk mencapai kedaulatan pangan. Tentu upaya untuk mencapai 2 tahapan tersebut bukan hal yang mudah karena sektor pertanian pada saat ini masih dihadapkan oleh berbagai masalah salah satu yang sangat krusial adalah  Aspek Infrastruktur.” Ucapnya.

Dijelaskanya Infrastruktur yang memadai merupakan syarat penting dalam proses pembangunan.

“Infrastruktur yang memadai akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi khususnya sektor pertanian. Kondisi secara umum jaringan irigasi baik primer, sekunder dan tersier di Provinsi Banten mengalami kerusakan yang tinggi. Akibat dari kerusakan ini air sebagai sumber utama peningkatan produksi tidak tersalurkan secara optimal sehingga berdampak pada penurunan produksi secara signifikan.” Ucapnya.

Pengelolaan jaringan irigasi selama ini tidak dikelola secara optimal oleh pemerintah daerah lanjutnya.

“Disamping terkendala aspek anggaran juga terkendala aspek kultur/mentalitas pengambil kebijakan. Pendangkalan waduk juga menjadi kendala proses distribusi air secara merata terhadap sawah sawah penghasil padi, jagung dan kedelai. Pendangkalan waduk ini tidak hanya mengakibatkan produksi yang menurun, namun juga akan mempengaruhi prilaku petani dalam bercocok tanam.” Ucapnya.

Kemudian kata Kadis kurang memadainya sarana jalan penghubung juga menjadi kendala penting dalam mencapai swasembada pangan. Sehingga dengan keterbatasan dan kurang memadainya sarana ini berdampak pada kualitas dan ketersediaan pangan secara optimal.

“Bertitik tolak dari uraian diatas, maka perlu dilakukan perencanaan dan pelaksanaan program Pemberdayaan Pangan secara terintegrasi, serta diiringi dengan indentifikasi dan inventarisasi terhadap faktor – faktor yang mempengaruhi terhadap ketersediaaan pangan. Upaya tersebut dimaksudkan sebagai langkah antisipatif untuk menghindari terjadinya masalah pangan.” Ujar Kepala Dinas Dr. Moh. Ali Fadillah.

Dengan dilaksanakannya pertemuan ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan mengharapkan seluruh pihak instansi yang terkait serta lembaga masyarakat yang bergerak dibidang pertanian tanaman pangan kiranya menjalin satu kerjasama yang baik, serta berperan aktif  sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

“Dengan demikian diharapkan semua pihak dapat mengidentifikasi berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi di lapangan beserta upaya pemecahan masalahnya secara bersama-sama.” Harapnya.

Menutup sambutanya Kepala Dinas Ketahanan Pangan  berharap dengan diselenggarakan Rakor ini guna meningkatkan kerjasama lintas sektor diwilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, serta menyamakan persepsi dan pemahaman dalam upaya Pemberdayaan Pangan.

“Untuk itu, manfaatkanlah waktu yang ada secara maksimal, sehingga dapat diperoleh manfaat yang optimal guna menunjang pencapaian program pembangunan ketahanan pangan di Kabupaten Pandeglang.” Pungkasnya.

Panitia Penyelenggara  Ruhijat. SKM menyampaikan ucapan selamat datang bagi peserta Pertemuan.

“Acara ini terselenggara berkat kerjasama yang baik antara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak.” Ucapnya.

Ruhijat. SKM berharap Pertemuan ini dapat mensinergikan program, membangun komitmen bersama, serta persepsi serta pemahaman terhadap dasar-dasar hukum pelaksanaan didalam menangani kerawanan pangan diwilayah  Pandeglang dan Lebak.

“Materi yang akan disampaikan pada pertemuan ini meliputi, Kebijakan Penanganan Daerah Rawan Pangan di Provinsi Banten, Permasalaah penanganan infrastruktur yang merupakan faktor penting dalam membangun Ketahanan Pangan di Kabupaten Pandeglang.” Ucapanya.

Ia berharapan untuk senantiasa berpartisipasi aktif dan kerjasama yang baik antara peserta pertemuan maupun dengan para nara sumber, dengan demikian diharapkan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dimasa yang akan datang mampu melakukan penangan daerah rawan pangan dengan baik secara terkoordinasi, terintegrasi, serta terarah, sesuai kewenangannya masing-masing.

Rapat Koordinasi Pemberdayaan Pangan ini dilaksanakan selama 1 hari yang berlangsung pada hari selasa, tanggal 14 Juni 2017, bertempat Hotel Sofyan Inn Altama, dan Peserta seluruhnya adalah para kepala SKPD lintas sektor Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak atau yang mewakili dengan jumlah peserta sebanyak 37 orang, Adapun kegiatan ini bersumber dari APBD Prov. Banten TA. 2017.  (Advertorial)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − 4 =