Kasus Dugaan Korupsi Alkes Banten, KPK Tegaskan Kasus Ratu Atut Sudah P21

KLIK JAKARTA |Berkas perkara kasus dugaan korupsi pada proyek pengadaan alat kesehatan Provinsi Banten tahun anggaran 2012 dengan tersangka Ratu Atut Chosiyah dinyatakan telah siap untuk dilimpahkan ke Pengadilan karena sudah P21. Dalam kasus itu, adik Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, telah dihukum 1 tahun penjara.

“Mereka  (KPK) mengatakan perkara secepatnya akan diserahkan tahap 2 dan dilimpahkan ke pengadilan. Cuma, begitu tahap 2, penjelasan mereka tadi tersangka sedang sakit ,” tegas Kuasa Hukum Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), kepada wartawan, usai mengikuti Sidang gugatan Praperadilan Perkara Kasus Alkes Banten di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2017).

Seperti diketahui, MAKI adalah pihak yang penggugat praperadilan dengan tujuan agar KPK segera meneruskan pengungkapan kasus dugaan korupsi alkes tahun 2012 tersebut.  ” Kami tidak ingin perkara (Alkes Banten) ini seolah-olah dijemur dan tidak diperiksa KPK sehingga tidak ada pertanggungjawaban kepada publik,” kata Kurniawan

Dikatakan Kurniawan, agenda sidang praperadilan yang dipimpin oleh hakim tunggal Soedjarwo dan dari pihak  KPK diwakili oleh Rini Afriyanti hari ini adalah mendengarkan jawaban atau keterangan dari KPK. Meski KPK sudah memberikan jawaban bahwa tahapan perkara korupsi alkes berjalan, pihaknya tidak akan mundur hingga KPK melimpahkan kasus tersebut ke persidangan.

“(gugatan praperadilan) tetap kami lanjutkan, besok agendanya pembuktian. Sehingga besok akan terbuka pasal yang dikenakan apa-apa saja. Kalaupun ditolak, ini kewenangan hakim, karena fungsi praperadilan sendiri kontrol pengawasan dari masyarakat,” tukas Kurniawan.

Terpisah, Koordinator MAKI Boyamin Saiman menjelaskan bahwa gugatan praperadilan yang dilakukan MAKI adalah sarana untuk mencambuk KPK agar segera menuntaskan kasus-kasus mangkrak, termasuk kasus alkes Provinsi Banten 2012.  Apalagi pada kasus ini,  KPK sudah memiliki hasil audit dari BPKP terkait jumlah kerugian negaranya.

“Berkas perkara kasus alkes tersebut sebenarnya sudah selesai. Sebab KPK sudah memeriksa saksi-saksi dan para tersangka yang terlibat. (Jadi) Semestinya tidak ada alasan untuk tidak segera melimpahkan perkara ini pada persidangan Tipikor,” tegasnya.

Untuk diketahui, Ratu Atut merupakan terpidana korupsi dan kini mendekam di Lapas Wanita Tangerang. Ia menghuni bui untuk waktu 7 tahun penjara karena terbukti menyuap Ketua MK Akil Mochtar. (red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − five =