Film Dokumenter Guru Jawara karya Aktivis IMIKI Banten Mengangkat Figur Guru Peduli Pendidikan Yang Tidak Pernah Menyerah Pada Keadaan

SERANG, KLIK BANTEN | Dalam rangka untuk memperingati Hari Guru Pengurus Perguruan Tinggi (PPT) Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) ) Stikom Wangsa Jaya Banten menyelenggarakan Pemutaran Film Dokumenter dengan judul “Guru Jawara” di kampus Stikom Wangsa Jaya Banten (30/11/2016).

Pemutaran Film Dokumenter “Guru Jawara” resmi dibuka oleh Rektor Stikom Wjb Drs. M.Toha M.Si dan diikuti oleh 50 peserta Mahasiswa serta Mahasiswi Ilmu Komunikasi yang tergabung dalam keanggotaan IMIKI Cabang Provinsi Banten yang terdiri dari 5 Universitas yang berada di Kota Serang diantaranya, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Serang Raya, Universitas Terbuka, Institut Agama Islam Negri Sultan Maulana Hasanudin Banten dan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Wangsa Jaya Banten. Acara ini berlangsung pukul 15:00 sampai dengan 17:30 WIB

Nurul Fazri selaku Ketua Pengurus Perguruan Tinggi (PPT) Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) Wangsa Jaya Banten dalam sambutanya mengatakan pentingnya pendidikan dalam kehidupan Manusia, apalagi dengan perkembangan dunia pendidikan yang semakin maju saat ini.

“Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita, ini berarti bahwa setiap manusia Indonesia berhak mendapatkannya dan diharapkan untuk selalu berkembang, sehingga menjadi seorang yang terdidik, ini sangat penting karena kita di didik untuk menjadi orang yang berguna baik bagi Negara, Nusa dan Bangsa, ”Ucapnya.

Sementara selaku Ketua Panitia Pemutaran Film Dokumenter, Muhamad Hafidz Rido Mengungkapkan bahwasanya di  Indonesia belum semua anak dapat merasakan sekolah dengan fasilitas yang lengkap khususnya beberapa sekolah di daerah terpencil yang harus belajar dengan fasilitas seadanya.

“Dalam hal ini negara harus bertanggung jawab dan hadir ditengah persoalan yang hari ini terjadi di salah satu desa di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.” Ucap Rido.

Lebih lanjut Rido menjelaskan di Kampung Ciluluk,  Desa Cikiruh Kecamatan Cibitung Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten ada Sekolah Dasar (SD) dengan kondisi bangunan dan Kapasitasnya yang sangat memprihatinkan. Hanya tiga ruangan, satu ruangan digabung dengan tiga kelas, (kelas 1 2 3), Satu ruangan lagi digabung dua kelas (kelas 4 & 5) dan satu ruangan lagi (kelas 6) disatukan dengan ruang guru.

“Ditambah lagi dengan akses jalan yang sulit dan jauh, juga tenaga Pendidik yang seadanya.” ujarnya.

Film dokumenter dengan judul “Guru Jawara” karya Nurul Fazri dan Zahratul Uyun Aktivis IMIKI ini menggambarkan perjuangan Guru yang bernama Iip Saepudin, Aep Sulaiman, Sodik dan Mamun yang berusaha bertahan mendidik dan menjadi tenaga Pendidik di Sekolah dengan segudang kekurangan baik itu fasilitas, ruang kelas ,lokasi Sekolah yang jauh dan terpencil serta Gaji yang tidak mencukupinamun bisa menjadi contoh Guru yang memiliki kepedulian, Menularkan semangat baru bagi generasi muda pada khususnya juga masyarakat Banten pada umumnya untuk peduli terhadap Pendidikan sekitar. Memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar dan Tidak menyerah pada keadaan. (SD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − thirteen =